Rabu, 04 April 2012

Kerja Praktek (KP) di PT TPPI, Tuban


Kerja Praktek (KP) di PT TPPI, Tuban

Kamis, 07 Juli 2011 di PT TPPI Tuban, Trans Pacific Petrochemical Indotama tempat saya dan fajar (partnet KP saya) melakukan kerja praktek, pertama kami mendapat sambutan hangat security di portal masuk plant yang selanjutnya dipersilakan menuju bagian HRD untuk ketemu ibu Dika, dengan beliau lah selama ini kami berkomunikasi mengenai kerja praktek. Kecil dan simple, kesan pertama yang saya lihat terhadap kantor TPPI, namun cukup takjub saat melihat sekeliling yang dipenuhi alat- alat industri yang tersusun kokoh, rapi dan bersih. Setelah mengisi buku tamu, tak begitu lama keluarlah ibu Dika yang dengan segera meminta fotocopy KTP dan Jamsostek. Tanda tangan surat pernyataan taat aturan pun kami lakukan,serta menginfokan ukuran sepatu. Tak terasa waktu makan siang tiba. Berbondong- bondong para karyawan menaiki bus. Salah seorang karyawan berkata pada kami”ayo ikut saya, bawa ini (sambil memberikan kartu makan siang sementara)”, haaa, cukup kaget juga. Sampailah di kantin, lagi- lagi kaget tercengang karena panjangnya antrian karyawan untuk makan, sekilas saya lihat makanannya banyak, bergizi, dan menggoda selera. Namun sayangnya saya berada di urutan terakhir (krik..krik..krikkk), mungkin karena kasihan salah seorang karyawan lalu mengajak kami ke gedung CCB (Central Control Building) dengan naik mobil pribadi. Halah, ternyata saya dibawa ke ruang makan juga, namun ruangannya tak sebesar di kantin sebelumnya. Kartu makan siangpun kami tunjukkan ke pihak catering, lalu segera kami mengambil nasi, sayur lalu lauk. Eitt, saat akan mengambil lauk kami cukup berpikir keras bagaimana tidak, lauknya semua enak- enak, Alhamdullilah. Ada hal yang cukup menarik di ruang makan ini, karena banyak karyawan disitu dengan raut wajah, penampilan, pakaian, gaya bicara, gaya berjalan yang berbeda- beda.  Maka saya dan fajar bermain tebak- tebakan. “Nas, bedek en wong sing gawe celono jeans sing kae (menunjuk ke salah seorang karyawan yang baru masuk) iku enjiner opo operator? (Nas coba tebak orang yang memakai celana jeans itu seorang enjiner atau operator ??) “ , kata Fajar.

Cukup serius kami membicarakannya yang kemudian terjawab di kemudian hari bahwa karyawan yang memakai jeans kebanyakan seorang enjiner yang kadang turun ke lapangan dengan gaya keren, memakai kaca mata enjiner, helm enjiner, sepatu enjiner , jaket enjiner, HT enjiner dan ear plug enjiner yang konon bisa meredam suara hingga 5 desibel,. Begitulah kami menyebut peralatan yang dikenakan, hahahaha kabeh- kabeh ditambahi enjiner, bahkan di kemudian hari kami menyadari bahwa ada kunci enjiner, apa itu ?????. Kunci enjiner adalah kunci yang hanya dimiliki enjiner untuk membuka computer control dengan konten enjinering, perlu diketahui bahwa satu computer  control di TPPI ada 3 konten, pertama operator, supervisor dan enjinering sehingga baik operator, supervisor maupun enjiner hanya bisa melihat dan mengatur suatu hal sesuai dengan konten masing- masing. 

Kembali lagi ke cerita setelah makan siang, kami diajak ke SHE Room untuk pengarahan masalah Safety, Health dan Enviroment di TPPI, disana kami di sambut oleh bapak Raufiq yang kemudian kami tahu bahwa beliau lulusan Tekkim ITS, setelah itu kami dibawa ke bagian security untuk foto ID Card dan pengarahan tentang keamanan. Jam menunjukkan pukul 3 sore, sembari menunggu pukul 4, kami Shalat dan istirahat di masjid. Saya dan Fajar belum mendapatkan kos, untung ada bapak Slamet (beliaulah yang mendampingi kami ke SHE dan security room, beliau adalah asisten HRD) yang mengantarkan kami ke kota untuk mencari kos. Jam menunjukkan pukul 17.13, saat itu kami meluncur ke Desa Sudu, Kalitudu,Bojonegoro. Dengan Google maps, kami tahu rute menuju Bojonegoro, namun kami sangsi setelah bertanya kepada 3 orang yang memberikan petunjuk jalan yang berbeda dengan rute yang ditunjukkan mbah Google. Akhirnya kami mengikuti petunjuk mereka,”mbah Google sepurane yo, hahahaha”, Alhamdullilah sampai di Rumah fajar dengan selamat.

Senin, 11 Juli 2011 hari pertama Kerja Praktek, dengan mengendarai motor, kami menuju mess TPPI sekitar pukul 06.20 untuk nunut Bus karyawan. Satu lagi ketemu alumni didalam bus. Namanya Mas Romanus K44, beliau justru yang mengawali pembicaraan saat kami sedang naik bus karena jaket orange yang dikenakan Fajar. Kurang lebih 20 menit berlalu, akhirnya tiba di Plant, segera kami turun di Security Office untuk mengambil ID card, lalu ke HRD untuk menerima Food Card dan PPE (Personal Protective Equipment),helm, kacamata,sepatu, dan ear plug. Ehhh, salah. Ralat PPE : helm enjiner, kacamata enjiner,sepatu enjiner, dan ear plug enjiner, hahahaaaaaa. 

Segera kami diantar ke CCB, disana terjadi serah terima dari HRD ke User, wuih koyok opo ae pakai serah terima segala. User terdefinisikan sebagai pihak yang membimbing kami selama KP, kebetulan kami ditempatkan di bagian Aromatik Plant yang menjadi ujung tombak perusahaan yang sempat berhenti karena krisis moneter 1998 silam namun bangkit di sekitar tahun 2005. Aromatik plant menjadi bagian terpenting karena sebagai penghasil produk utama, Paraxylene. Info bahwa Produksi paraxylene Indonesia berkisar 900.000 ton/tahun, sedangkan kebutuhan mencapai 1,2 juta ton, bagaimana untuk memenuhinya?? Ya pasti imporlah. Produksi TPPI mencapai 700.000 ton/tahun dan sisanya seingat saya di produksi oleh Pertamina Cilacap. Paraxylene merupakan bahan dasar pembuatan plastik, film dsb. Contohnya MCCI (Mitshubishi Chemical Indonesia), Pabrik yang berlokasi di Cilegon ini menggunakan bahan baku Px (begitu sebutan Paraxylene dilingkungan TPPI), namun kebanyakan mengambil Px dari arab dan singapura karena memang Indonesia masih kekurangan. Sedikit berpindah cerita ke SE (Study Excursion), sempat saya bertanya di MCCI, mengapa mereka mengambil dari luar apa ada pertimbangan selain karena minimnya supply dari dalam negeri, misal dari segi kualitas Px-nya. Namun jawaban mereka sangat semu, tak jelas, dan bisa dikatakan tak menjawab pertanyaan saya. Semoga saja kualitas Px dalam negeri selalu berkualitas. Mereka menjelaskan bahwa Px masih menjadi primadona di Indonesia, karena segala hal yang berhubungan dengan plastik hampir semuanya berbahan baku PTA (Purified Terepthalic Acid), sedangkan PTA ini berbahan baku Px. Lagi, saat saya bertanya apakah MCCI telah melakukan penelitian untuk mengganti bahan baku jika Px habis, karena Px asalnya dari kondensat,dimana kondensat ini merupakan fraksi ringan minyak bumi, untuk di TPPI bahan baku mengambil dari Senipah Total E&P Kalimantan, Arun Aceh dll. Ehhh, Sory melompat-lompat ceritanya, lanjut ke MCCI, MCCI belum melakukan penelitian namun mereka dengar di Amerika sedang dikembangkan batang jagung sebagai pengganti bahan bahu Px yang makin habis. Sory dua kali, melompat lagi ceritanya, kembali ke laptop, lhoh, sory tiga kali, kembali ke “serah terima ke user”, selanjutnya kami dikurung di ruangan kaca dan diberi pengarahan oleh Pak Hendra (Deputy Aromatic Dept), Pak Victor (Supervisor Aromatic Dept) ,Pak Sugeng (senior Supervisor Aromatic Dept) semuanya merupakan lulusan Tekkim ITS. Aromatic Dept di kepalai oleh Bpk Kumar(wong India iki, nek mangan mesti gowo panganan dw, gak doyan panganan Indonesia hahahaaaaa), sedangkan Lulusan Tekkim ITS tertua disini adalah Bpk Suhartono mantan GM Pertamina Cilacap yang sekarang sebagai Deputy Chief Refinery Officer TPPI (Deputy CRO), Sedangkan CRO sendiri adalah orang Singapura. Setelah pengarahan, saya, Fajar,Ayu dan Lely di beri PFD (Process Flow Diagram) dan Handout Aromatic Plant. Tak terasa waktu makan siang tiba, setelah shalat kami makan, lagi- lagi berpikir keras saat dihadapan dengan lauk, kali ini bukan karena bingung memilih tapi ragu untuk mengambil, bagaimana tidak?? kenangan manis di Pulau Sumatra terulang kembali (SE kami ke Palembang), “Lauknya PADANGGGGGGGGGGG Rek..”, wahhh dari pada tidak makan, ya di syukuri ae, Alhamdullilah. Sekitar jam 3 sore, kami langsung diajak ke lapangan oleh Pak Victor, saking senangnya kami memakai PPE secepat kilat, kayak Power Rangers saat sedang berubah wujud. Kesan pertama ke lapangan, puaannas. Dari analisis amatiran, Panas ini ada rumusnya:
PANAS = R. MATAHARI + (R + C)HEATER +(R+C)REBOILER+ L.(STEAM+GAS LAIN)-HAMBATAN PANAS HELM/KAIN/SEPATU. Dimana R=Radiasi, C = konveksi dan L = leak/kebocoran.
Tak terasa hampir jam 4 sore, langsung kami berlari,memasukkan barang- barang dalam tas dan keluar CCB. Untungnya kami tak ketinggalan Bus. Dua puluh menit berlalu, capek dan ngantuk kami rasakan, dengan semangat kami ambil motor,sampailah di kos untuk beristirahat. full stop

2 komentar:

  1. redaksional "praktek" salah, harusnya "praktik" dan pak Sugeng bukan alumni tekkim ITS tapi UNDIP, he..he.. just want to correction...sukses buat kalian ya.. salam.. :)

    BalasHapus
  2. wah iya mas, maaf salah. kayaknya perlu bimbingan lagi dengan mas viktor ini, hehe

    BalasHapus